ID

Berat isi tanah loam per m³ menurut kondisi dan porositas

Tanah loam, yang dalam ilmu tanah juga disebut geluh, mengandung campuran pasir, lanau, dan lempung. Pada pekerjaan fondasi di lokasi dengan aliran air tanah tinggi, sifatnya perlu diperhatikan karena fraksi halus mampu menyerap dan menahan air. Bahkan setelah permukaan tampak kering, air dapat tertahan di dalam pori dan pada iklim dingin dapat membeku.

Porositas serta kandungan lempung membuat sebagian tanah loam mengalami perubahan volume ketika kadar air berubah. Oleh sebab itu, sebelum konstruksi dimulai, berat isi dan karakter geoteknik tanah setidaknya harus diperkirakan.

Dalam praktik lapangan, “berat jenis tanah loam” kerap digunakan untuk menyebut berat isi atau densitas massa tanah. Nilai tersebut sangat dipengaruhi komposisi, porositas, kadar air, dan pemadatan. Secara fisika, berat spesifik memiliki satuan N/m³, sedangkan data kg/m³ pada artikel ini adalah massa jenis atau berat isi.

Tabel berat isi 1 m³ tanah loam

Nilai yang tepat tidak dapat ditentukan tanpa informasi kondisi tanah. Massa jenis partikel mineral, yang dapat mendekati 2.580-2.730 kg/m³, tidak sama dengan berat isi tanah yang mencakup pori, udara, dan air. Untuk estimasi praktis dapat digunakan nilai berikut.

Berat isi tanah loam menurut kondisi dan komposisinya
Kondisi tanah loamBerat isi (t/m³)Densitas curah (t/m³)Berat 1 m³ (kg)
Plastis lunak tanpa campuran1,701,5-1,61.700
Plastis lunak dengan batu pecah, puing konstruksi hingga 10%, dan kerikil; atau plastis kaku tanpa campuran1,701,5-1,61.700
Plastis lunak dengan batu pecah, puing lebih dari 10%, dan kerikil; plastis kaku dengan campuran hingga 10%; atau setengah padat dan padat dengan campuran hingga 10%1,751,5-1,61.750
Padat dan setengah padat dengan batu pecah, puing lebih dari 10%, kerakal, dan kerikil1,951,5-1,61.950
Kondisi biasa, angka pori 0,51,80-2,051,5-1,61.800-2.050
Kondisi biasa, angka pori 0,71,75-1,951,5-1,61.750-1.950
Kondisi biasa, angka pori 1,01,70-1,801,5-1,61.700-1.800
Biasa, gembur1,40-1,701,5-1,61.400-1.700
Biasa, kepadatan sedang1,50-1,601,5-1,61.500-1.600
Biasa, padat1,60-1,901,5-1,61.600-1.900
Biasa, berat1,90-2,001,5-1,61.900-2.000

Rentang tabel hanya cocok untuk estimasi. Daya dukung, penurunan, kembang-susut, dan stabilitas fondasi harus ditentukan dari penyelidikan geoteknik, klasifikasi tanah, kadar air, serta pengujian lapangan dan laboratorium.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa berat 1 m³ tanah loam?

Menurut tabel, 1 m³ tanah loam umumnya berbobot sekitar 1.400-2.050 kg, bergantung pada porositas, kadar air, kepadatan, dan campuran material lain. Tanah lembap atau padat lebih berat daripada tanah gembur.

Apa beda berat isi tanah dan massa jenis partikelnya?

Massa jenis partikel hanya menggambarkan bagian padat mineral dan dapat mendekati 2.580-2.730 kg/m³. Berat isi menghitung seluruh volume berikut pori, udara, dan air sehingga biasanya lebih rendah.

Mengapa tanah loam penting dalam perencanaan fondasi?

Tanah loam dapat menahan air dan berubah volume saat membasah, mengering, atau membeku. Perencanaan fondasi harus mempertimbangkan berat isi, kadar air, potensi kembang-susut, dan hasil penyelidikan tanah di lokasi.