ID

Massa jenis baja dan tabel menurut jenis serta grade

Baja adalah paduan besi yang dapat dibentuk, mengandung sedikit karbon—hingga 2%—serta unsur lainnya. Baja termasuk material yang paling banyak digunakan di hampir seluruh bidang industri. Pengelompokan grade baja didasarkan pada perbedaan struktur, sifat mekanis dan fisik, serta komposisi kimianya.

Tabel berikut menunjukkan massa jenis sejumlah grade baja yang umum dalam g/cm³. Kode grade dipertahankan sesuai standar asalnya karena tidak boleh dianggap setara langsung dengan penamaan grade yang berlaku di Indonesia.

Massa jenis jenis baja yang umum: baja paduan, karbon, perkakas cetakan, pegas, dan lainnya
Jenis baja Grade Massa jenis (g/cm³)
Baja struktur tahan karat untuk suhu kriogenik 12Х18Н10Т 7,9
Baja tahan karat, tahan panas, dan tahan korosi 08Х18Н10Т 7,9
Baja struktur paduan rendah 09Г2С 7,85
Baja karbon struktur mutu tinggi 10, 20, 30, 40 7,85
Baja karbon struktur Ст3сп, Ст3пс 7,87
Baja perkakas untuk cetakan Х12МФ 7,7
Baja struktur untuk pegas 65Г 7,85
Baja perkakas untuk cetakan 5ХНМ 7,8
Baja struktur paduan 30ХГСА 7,85
Baja karbon tinggi 70 (ВС dan ОВС) 7,85
Baja karbon menengah 45 7,85
Baja karbon rendah 10 dan 10А; 20 dan 20А 7,85
Baja listrik karbon rendah (Armco) А dan Э; ЭА; ЭАА 7,8
Baja kromium 15ХА 7,74
Baja kromium-aluminium-molibdenum untuk nitridasi 38ХМЮА 7,65
Baja kromium-mangan-silikon 25ХГСА 7,85
Baja kromium-vanadium 30ХГСА; 20ХН3А 7,85

Jumlah grade baja sangat banyak—sekitar 1.500—sehingga tabel ini hanya memuat massa jenis beberapa grade yang paling umum. Informasi massa jenis baja lainnya tersedia dalam artikel lain di situs ini.

Karakteristik utama baja mencakup massa jenis, koefisien muai linear, modulus elastisitas, dan modulus geser. Berdasarkan komposisi kimianya, baja dibedakan menjadi baja paduan dan baja karbon. Selain besi dan karbon, baja karbon juga mengandung mangan sekitar 0,1–1,0% dan silikon hingga 0,4%. Unsur pengotor turut memengaruhi sifat baja: fosfor menyebabkan kerapuhan pada suhu rendah dan mengurangi keuletan ketika dipanaskan hingga suhu tertentu, sedangkan sulfur dapat menimbulkan retak halus atau kerapuhan panas pada suhu tinggi.

Secara fisika, berat spesifik baja dihitung dengan rumus γ = P/V, dengan P sebagai berat benda homogen dan V sebagai volumenya. Nilai ini berlaku untuk baja dalam keadaan padat penuh tanpa struktur berpori. Tabel dalam artikel ini memakai g/cm³, sehingga angka yang disajikan secara teknis merupakan massa jenis, bukan berat spesifik.

Menurut data acuan sifat fisik bahan, massa jenis rata-rata baja adalah 7,85 g/cm³. Nilai tersebut dapat berubah sebagai berikut:

Perlakuan baja atau unsur tambahan Perubahan terhadap nilai acuan 7,85 g/cm³
Karbon Massa jenis menurun
Kromium, aluminium, mangan Massa jenis menurun
Kobalt, tungsten, tembaga Massa jenis meningkat
Deformasi melalui penarikan kawat atau batang Massa jenis meningkat, tetapi tidak lebih dari 2–3%

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa berat 1 m³ baja?

Untuk sebagian besar perhitungan digunakan massa jenis rata-rata baja sebesar 7,85 g/cm³, sehingga 1 m³ baja berbobot sekitar 7.850 kg. Nilainya dapat sedikit berbeda pada grade baja tahan karat, baja perkakas, dan baja paduan tertentu.

Mengapa massa jenis baja berbeda menurut grade?

Baja tidak hanya terdiri atas besi dan karbon. Paduannya dapat mengandung kromium, nikel, mangan, tungsten, tembaga, dan unsur lain yang mengubah komposisi serta sedikit memengaruhi massa jenis.

Bagaimana cara menghitung berat komponen baja?

Kalikan volume komponen dengan massa jenis grade baja yang digunakan. Untuk perkiraan kasar biasanya dipakai 7.850 kg/m³, sedangkan perhitungan presisi sebaiknya menggunakan data acuan atau dokumentasi grade tertentu.