Massa Jenis Pupuk Kandang dan Berat 1 m³
Pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak dan lazim dimanfaatkan dalam pertanian. Bahan ini terbentuk setelah pakan mengalami proses pencernaan, kemudian dapat bercampur dengan urine, alas kandang, dan bahan organik lain sebelum mengalami penguraian lebih lanjut.
Dalam perhitungan lapangan, istilah berat jenis pupuk kandang sering dipakai untuk menyebut massa jenis atau massa satu meter kubik. Nilainya dipengaruhi jenis ternak, kadar air, bahan alas, tingkat kematangan, cara penyimpanan, dan pemadatan.
Tabel massa jenis pupuk kandang
Tabel berikut dapat digunakan untuk membuat perkiraan awal volume dan berat material.
Massa jenis dan berat 1 m³ pupuk kandang
| Material | Massa jenis (g/cm³) | Massa 1 m³ (kg) |
|---|---|---|
| Pupuk kandang | 0,4–0,95 | 400–950 |
Apa yang dimaksud pupuk kandang?
Pupuk kandang telah digunakan sejak lama. Selain sebagai penyubur tanah, kotoran ternak pernah dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan kini juga dapat menjadi bahan baku biogas, kompos, serta produk serat tertentu.
Sebagai pupuk organik, pupuk kandang dapat menambah unsur hara makro dan mikro, memperbaiki sifat fisik tanah, serta mendukung aktivitas mikroorganisme tanah. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan tingkat kematangan, jenis tanaman, dosis, dan kaidah budidaya agar tidak merusak tanaman atau mencemari lingkungan.
Massa jenis menyatakan massa material yang mengisi satu satuan volume. Pada pupuk kandang, besaran ini berubah menurut kadar air, komposisi, pemadatan, dan kondisi material. Untuk estimasi awal, kisaran 400–950 kg/m³ dapat digunakan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa berat 1 m³ pupuk kandang?
Sebagai perkiraan, 1 m³ pupuk kandang memiliki massa sekitar 400–950 kg. Rentang yang lebar dipengaruhi kadar air, jenis alas kandang, tingkat dekomposisi, dan pemadatan.
Mengapa massa jenis pupuk kandang sangat bervariasi?
Kotoran segar, pupuk matang, limbah ternak cair, dan pupuk bercampur alas kandang memiliki kandungan air serta bahan organik berbeda. Material juga memadat selama penyimpanan sehingga massa per meter kubik berubah.
Bisakah angka tabel dipakai untuk merencanakan pengangkutan?
Bisa untuk memperkirakan volume dan kapasitas angkut. Untuk pencatatan yang presisi, timbang muatan atau gunakan data peternakan untuk jenis pupuk kandang yang bersangkutan.