ID

Massa Jenis Salju dan Berat 1 m³ Berdasarkan Kondisinya

Salju merupakan presipitasi berupa kristal es kecil yang jatuh dan menumpuk di permukaan. Walaupun bukan fenomena iklim Indonesia, data massanya relevan untuk bangunan, fasilitas, dan proyek di wilayah bersalju.

Dalam konstruksi, salju merupakan beban lingkungan pada atap, kanopi, dan struktur terbuka lainnya. Akumulasi yang tebal atau basah dapat memberikan beban besar pada penutup dan elemen penyangga.

Karena itu, berat salju harus diperhitungkan dalam desain bangunan di wilayah yang mengalaminya.

Tabel massa jenis salju

Massa jenis salju di lapangan sulit ditentukan tanpa pengambilan sampel. Nilainya dipengaruhi kadar air, suhu, umur lapisan, angin, dan tingkat pemadatan.

Tabel berikut memuat nilai rata-rata massa jenis dan berat 1 m³.

Kondisi salju Massa jenis, g/cm³ Massa 1 m³, kg
Salju kering 0,125 125
Salju basah hingga 0,95 hingga 950
Salju kering ringan yang baru turun 0,030–0,060 30–60
Salju basah yang baru turun 0,060–0,150 60–150
Salju baru yang telah mengendap 0,2–0,3 200–300
Salju yang terangkut angin 0,2–0,3 200–300
Salju lama, kering, dan padat 0,3–0,5 300–500
Firn kering 0,5–0,6 500–600
Salju lama dan basah 0,6–0,8 600–800
Firn basah 0,4–0,8 400–800
Es gletser 0,8–0,96 800–960

Menghitung berat spesifik salju

  • γ — berat spesifik;
  • ρ — massa jenis;
  • g — percepatan gravitasi, sekitar 9,81 m/s².

Berat spesifik adalah berat per satuan volume dan dinyatakan dengan:

γ = ρ × g

dengan γ sebagai berat spesifik, ρ sebagai massa jenis, dan g sebagai percepatan gravitasi sekitar 9,81 m/s². Satuan hasilnya adalah N/m³.

Massa jenis salju

Massa jenis menunjukkan massa salju di dalam satu meter kubik. Nilainya berubah sangat besar menurut keadaan lapisan.

Salju ringan yang baru turun dapat hanya memiliki massa 30–60 kg/m³. Setelah basah, menua, dan memadat, massanya dapat meningkat beberapa kali lipat.

Mengapa salju basah lebih berat?

Ketika suhu naik, sebagian kristal mencair. Air mengisi pori dan lapisan salju mengalami pemadatan, sehingga massa jenis serta beban pada permukaan meningkat.

Karena itu, salju basah biasanya lebih berbahaya bagi atap dan kanopi dibandingkan salju kering yang baru turun.

Kesimpulan

Massa 1 m³ salju dapat berkisar dari 30 kg untuk salju baru yang sangat ringan hingga 950 kg untuk salju yang sangat basah dan padat.

Perhitungan struktur harus mempertimbangkan kondisi lapisan salju dan ketentuan beban setempat, bukan hanya keberadaan salju secara umum.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa berat 1 m³ salju?

Satu meter kubik salju kering yang baru turun dapat memiliki massa 30–60 kg, sedangkan salju basah atau padat dapat mencapai ratusan kilogram. Tabel memuat rentang perkiraannya.

Mengapa salju basah jauh lebih berat daripada salju kering?

Salju basah mengandung air cair dan lebih mudah memadat. Akibatnya, massa jenis dan beban pada atap dapat meningkat beberapa kali lipat.

Bisakah berat rata-rata salju dipakai untuk desain atap?

Angka rata-rata hanya sesuai untuk perkiraan awal. Desain harus mengikuti zona iklim, ketentuan beban salju, bentuk atap, dan kondisi lapisan salju.