Massa jenis bijih titanomagnetit dan berat per m³
Bijih titanomagnetit adalah batuan alami yang mengandung mineral bijih dan mineral penyerta. Komponen utamanya meliputi:
- magnetit, Fe₃O₄;
- titanomagnetit, yang secara sederhana dapat ditulis Fe²⁺(Fe³⁺,Ti)₂O₄;
- ilmenit, FeTiO₃;
- berbagai mineral silikat.
Titanomagnetit dan magnetit memiliki sifat magnetik kuat. Ilmenit umumnya jauh lebih lemah, sehingga perbedaan suseptibilitas dimanfaatkan dalam pemisahan mineral.
Berdasarkan tekstur, bijih dibedakan menjadi:
- masif, terdiri atas butiran magnetit dengan lamela ilmenit dan titanomagnetit;
- terdiseminasi, dengan butiran titanomagnetit dan magnetit yang tersebar dalam matriks silikat.
Bijih masif biasanya lebih kaya karena fraksi mineral pembawa besi dan titanium lebih tinggi. Klasifikasi juga dapat membedakan bijih dominan besi dan dominan titanium.
Mineral utama
Titanomagnetit adalah magnetit kaya titanium atau larutan padat berbasis magnetit-ulvöspinel. Selain besi dan titanium, mineralnya dapat mengandung vanadium, aluminium, germanium, dan unsur lain. Warnanya hitam serta berbentuk butiran atau kristal oktahedral.
Ilmenit berwarna hitam dengan garis gores cokelat dan kilap metalik. Mineral ini dapat membentuk kristal tabular, massa butiran, atau agregat padat. Pada kondisi biasa, sifat magnetiknya lemah hingga tidak nyata dibanding magnetit.
Magnetit adalah mineral hitam opak dengan kilap metalik, resin, atau kusam. Ferimagnetismenya kuat dan dapat memengaruhi kompas.
Komposisi dan endapan
Komposisi kimia bijih sangat beragam. Selain unsur utama, dapat dijumpai silikon, vanadium, aluminium, kromium, magnesium, kalsium, kobalt, sulfur, nikel, arsenik, serta jejak tantalum, platina, emas, tembaga, niobium, dan unsur lain.
Bijih titanomagnetit vanadium penting bagi industri dan terbentuk dalam batuan mafik hingga ultramafik. Sumber menyebut cadangan besar di Tiongkok, Rusia, Kanada, Norwegia, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat, disertai endapan di Finlandia serta Brasil. Endapan pasir bermineral berat juga dijumpai di Australia, India, dan beberapa pantai Afrika.
Berat dan penggunaan
Mineral padat pada bijih umumnya sekitar 4,8-5,3 g/cm³. Densitas curah bijih pecah lebih rendah karena rongga, kelembapan, dan distribusi ukuran.
Tabel massa jenis mineral bijih titanomagnetit
| Mineral | Rumus kimia | Kekerasan Mohs | Massa jenis (g/cm³) | Setara (kg/m³) | Berat padat (t/m³) |
|---|---|---|---|---|---|
| Magnetit | Fe₃O₄ | 5,5-6 | 4,9-5,2 | 4.900-5.200 | 4,9-5,2 |
| Titanomagnetit | Fe²⁺(Fe³⁺,Ti)₂O₄ | 5-5,5 | 4,8-5,3 | 4.800-5.300 | 4,8-5,3 |
| Ilmenit | FeTiO₃ | 5-6 | 4,72 | 4.720 | 4,72 |
Endapan ini ditambang untuk memperoleh Fe, Ti, V, dan mineral samping bernilai, termasuk logam mulia dan logam langka pada endapan tertentu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa berat 1 m³ bijih titanomagnetit?
Untuk mineral padat, artikel memberi kisaran sekitar 4,8-5,3 t/m³. Densitas curah bijih pecah lebih rendah akibat rongga antarfragmen, gradasi, dan kadar air.
Mengapa titanomagnetit tidak memiliki satu rumus tetap?
Titanomagnetit merupakan magnetit yang mengandung titanium atau larutan padat dalam seri magnetit-ulvöspinel. Komposisinya berubah menurut endapan dan proses geologi.
Komponen apa yang penting dalam bijih titanomagnetit?
Komponen ekonomis utama ialah besi, titanium, dan sering vanadium. Magnetit, ilmenit, batuan silikat, serta pengotor lain juga memengaruhi densitas dan nilai bijih.