Massa jenis campuran beton segar menurut jenisnya
Pada awal proyek, bukan hanya kuat beton yang harus diperhitungkan, tetapi juga massa campuran yang akan ditempatkan pada fondasi, pelat, lantai, atau elemen lain. Berat beton segar memengaruhi beban saat pengecoran, pengangkutan, pemompaan, bekisting, dan volume kerja.
Istilah “berat jenis campuran beton” sering dipakai dalam pencarian, padahal angka kg/m³ adalah massa jenis atau berat isi massa. Rumusnya:
massa = volume × massa jenis
Sebagai contoh, 2 m³ beton segar bermassa jenis 2.400 kg/m³ berbobot sekitar 4.800 kg.
Jenis campuran beton
Campuran dapat dikelompokkan menurut densitas, agregat, fungsi, dan kelecakan:
- Beton sangat berat, untuk struktur khusus dan perisai radiasi, umumnya di atas 2.500 kg/m³. Agregat dapat berupa barit, magnetit, hematit, atau material logam.
- Beton normal, kelompok paling umum untuk fondasi, pelat, kolom, balok, dan struktur monolitik. Dengan agregat padat biasa, massanya sekitar 2.200-2.500 kg/m³.
- Beton berbobot sedang, kelompok transisi dengan densitas lebih rendah melalui komposisi dan agregat tertentu.
- Beton ringan, memakai agregat berpori seperti LECA, batu apung, perlit, tuf, atau terak dan umumnya sekitar 500-2.000 kg/m³.
- Beton ultraringan, terutama untuk insulasi dan pengisi nonstruktural, dengan densitas yang dapat di bawah 500 kg/m³.
Densitas rendah biasanya meningkatkan insulasi termal tetapi menurunkan kapasitas mekanis. Elemen struktur harus memakai desain campuran dan kuat tekan yang ditentukan proyek.
Tabel massa jenis campuran beton
| Jenis campuran / agregat | Massa jenis (kg/m³) |
|---|---|
| Campuran beton bertulang | sekitar 2.500 |
| Beton dengan kerikil dan batu pecah | sekitar 2.400 |
| Beton agregat tuf | 1.200-1.600 |
| Beton batu apung | 800-1.600 |
| Beton dengan terak vulkanik | 800-1.600 |
| Beton busa LECA dengan pasir LECA | 500-1.800 |
| Beton LECA dengan pasir kuarsa | 800-1.200 |
| Beton LECA dengan pasir perlit | 800-1.000 |
| Beton shungizite | 1.000-1.400 |
| Beton perlit | 600-1.200 |
| Beton terak-batu apung / thermosite | 1.000-1.800 |
| Beton busa atau aerasi dengan terak-batu apung | 800-1.600 |
| Beton dengan terak tanur tinggi granul | 1.200-1.800 |
| Beton agloporite dengan terak boiler atau bahan bakar | 1.000-1.800 |
| Beton dengan agregat abu sinter | 1.000-1.400 |
| Beton aerasi-abu dan beton busa-abu | 800-1.200 |
| Beton aerasi, beton busa, silikat aerasi, dan silikat busa | 300-1.000 |
| Beton vermikulit | 300-800 |
Beberapa nama pada tabel berasal dari klasifikasi material kawasan GOST dan mungkin tidak menjadi nama dagang di Indonesia. Gunakan komposisi serta densitas yang dinyatakan produsen, bukan padanan istilah saja.
Faktor yang memengaruhi berat campuran
Massa ditentukan oleh agregat, air, semen, pasir, bahan tambah, udara yang terperangkap atau entrained, dan pemadatan. Beton segar, beton kering, dan beton setelah curing memiliki massa berbeda karena air menguap dan kelembapan berubah.
Rentang referensi cukup untuk estimasi. Untuk pengiriman, beban bekisting, kapasitas pompa, dan desain struktur, ambil densitas dari mix design, tiket batching, atau data produsen.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa berat 1 m³ campuran beton segar?
Beton normal umumnya berbobot sekitar 2.200-2.500 kg/m³. Campuran dengan agregat ringan dapat berada pada 500-2.000 kg/m³, sedangkan beton berat khusus melebihi 2.500 kg/m³.
Mengapa beton segar berbeda berat dari beton yang mengeras?
Campuran segar mengandung air, udara, dan struktur yang belum stabil. Setelah mengeras, sebagian air hilang dan kadar kelembapan berubah sehingga massanya dapat berbeda.
Bagaimana menghitung massa beton untuk pemesanan?
Kalikan volume dengan densitas campuran yang dipilih. Untuk pesanan penting, gunakan densitas pada mix design atau konfirmasi kepada batching plant.