Massa jenis kromium, sifat, dan kegunaannya
Kromium adalah unsur kimia golongan 6 pada tabel periodik. Dalam bentuk logam, kromium tampak putih dengan semburat kebiruan dan bersifat keras. Namanya berasal dari kata yang berarti warna, merujuk pada beragam warna senyawanya.
Kromium termasuk unsur yang cukup melimpah. Endapan kromium dalam jumlah besar terdapat di Afrika Selatan, Rusia, Kazakhstan, Madagaskar, dan Zimbabwe.
Tabel massa jenis kromium
Massa jenis kromium merupakan besaran fisik acuan dan umumnya tidak ditentukan langsung di lapangan. Untuk kromium logam pada suhu ruang, nilai yang biasa digunakan sekitar 7,15–7,19 g/cm³. Tabel berikut menggunakan nilai pembulatan 7,19 g/cm³.
Untuk memudahkan perhitungan, tabel mencantumkan massa jenis kromium dan berat satu meter kubiknya.
| Material | Massa jenis (g/cm³) | Berat 1 m³ (kg) |
| Kromium | 7,19 | 7.190 |
Sifat kromium
Kromium bebas berupa logam putih dengan semburat kebiruan dan memiliki struktur kristal kubik berpusat badan. Pada suhu sekitar 39 °C terjadi transisi antara keadaan antiferomagnetik dan paramagnetik. Kromium termasuk logam murni yang keras sehingga digunakan ketika ketahanan aus, kekerasan, dan ketahanan permukaan diperlukan. Kemudahan pengolahannya bergantung pada kemurnian logam dan kondisi bahan.
Unsur ini tahan terhadap udara karena mengalami pasivasi. Lapisan pasif tersebut juga menghambat reaksinya dengan asam nitrat dan asam sulfat. Kromium terbakar pada suhu sekitar 2.000 °C dan membentuk kromium oksida hijau yang bersifat amfoter.
Kromium memiliki empat bilangan oksidasi yang disebutkan dalam sumber, masing-masing dengan karakteristik warna:
- Bilangan oksidasi +2—oksida hitam dan hidroksida kuning yang bersifat basa. Bentuk ini merupakan reduktor yang sangat kuat.
- Bilangan oksidasi +3—oksida hijau dan hidroksida abu-abu kehijauan yang bersifat amfoter.
- Bilangan oksidasi +4—dalam sumber dijelaskan sebagai oksida tidak berwarna, tidak ditemukan dalam bentuk hidroksida, tidak membentuk garam, dan sangat jarang dijumpai.
- Bilangan oksidasi +6—oksida merah dan hidroksida tidak berwarna yang bersifat asam. Bentuk ini sangat beracun, merupakan oksidator sangat kuat, dan higroskopis.
Penggunaan utama kromium adalah sebagai unsur paduan penting dalam baja, terutama baja tahan karat, dan dalam jumlah lebih kecil pada jenis baja lainnya. Penambahan kromium meningkatkan sifat paduan, termasuk ketahanan korosi dan kekerasan.
Kromium juga digunakan untuk pelapisan krom dekoratif. Lapisan ini memberikan tampilan menarik sekaligus meningkatkan ketahanan aus.
Paduan kromium dan nikel-kromium digunakan pada komponen tahan panas, elemen pemanas, lapisan pelindung, serta produk tertentu untuk industri penerbangan dan peralatan suhu tinggi.
Peran biologis
Kromium termasuk unsur biogenik, yaitu unsur yang terdapat dalam jaringan hewan dan tumbuhan. Pada hewan, unsur ini terlibat dalam metabolisme protein, karbohidrat, dan lipid. Kekurangan kromium dalam darah dan makanan dikaitkan dengan peningkatan kolesterol darah dan terhambatnya pertumbuhan.
Kromium logam dalam bentuk padat jauh kurang berbahaya daripada banyak senyawanya. Meskipun demikian, debu, aerosol, dan senyawa kromium yang larut dapat mengiritasi kulit serta saluran pernapasan.
Kromium heksavalen sangat beracun dan bersifat karsinogenik. Paparannya dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, termasuk kanker.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa massa jenis kromium?
Artikel ini menggunakan nilai 7,19 g/cm³ untuk kromium logam, setara dengan sekitar 7.190 kg/m³. Angka tersebut merupakan nilai acuan pada kondisi biasa.
Berapa berat 1 m³ kromium?
Satu meter kubik kromium logam berbobot sekitar 7.190 kg. Untuk perhitungan praktis, kalikan volume komponen dengan massa jenis kromium.
Apakah kromium berbahaya?
Kromium logam dalam bentuk padat jauh kurang berbahaya dibandingkan senyawa larut dan debunya. Senyawa kromium heksavalen merupakan bentuk yang paling beracun.