Berat material waterproofing menurut jenisnya
Hampir semua konstruksi permanen—baik utilitas bawah tanah, bangunan teknis, maupun rumah—memerlukan material waterproofing. Perlindungan elemen bangunan terhadap air tanah, kondensasi, dan air hujan merupakan tahap penting karena setiap bahan bangunan berinteraksi dengan kelembapan dalam tingkat tertentu. Beragam sistem waterproofing tersedia untuk menyesuaikan kondisi pemakaian.
Jenis material waterproofing
Teknologi waterproofing dapat dibedakan menjadi:
- aplikasi sisi dalam dan sisi luar;
- perlindungan primer dan sekunder, yaitu yang dipasang selama konstruksi atau diterapkan pada tahap finishing interior;
- sistem untuk kondisi bertekanan maupun tanpa tekanan, penyegelan sambungan, perlindungan terpadu, atau perlindungan permukaan;
- lapisan pemutus kapiler yang menghambat naiknya air melalui pori bahan seperti bata dan beton;
- metode aplikasi, seperti membran lembaran, pelapis cair, semprot, injeksi, urugan, film, dan sistem struktural.
Sebelum konstruksi dimulai, biaya pekerjaan dan kebutuhan material dihitung, termasuk massanya. Data tersebut diperlukan untuk pembagian beban pada fondasi, penentuan kedalaman, dan berbagai perhitungan teknis lain.
Berat waterproofing
Massa material waterproofing biasanya hanya mengambil bagian kecil dari berat keseluruhan struktur, tetapi tetap perlu diperhitungkan. Berikut jenis utama, karakteristik, dan perkiraan berat permukaannya.
Perbandingan berat rata-rata berbagai material waterproofing
| Jenis material | Berat lapisan per 1 m² (g), satu lapis |
|---|---|
| Bitumen | 1.000–3.000 |
| Membran bitumen berlapis | 500–1.700 |
| Film | 92–132 |
| Geosynthetic clay liner bentonit | 4.000–6.000 |
Waterproofing pelapis
Kelompok ini mencakup berbagai mastik yang digunakan pada sisi luar fondasi, sambungan dinding blok, dan atap, serta di dalam ruang bawah tanah dan kamar mandi. Produk tradisional berbasis bitumen dapat memiliki umur pakai terbatas dan ketahanan rendah terhadap siklus suhu beku.
Umur pakai mastik polimer-bitumen bergantung pada formulasi, substrat, tebal lapisan, perlindungan dari kerusakan mekanis, dan kondisi operasi.
Menurut perkiraan, berat 1 m² mastik polimer-bitumen berada pada rentang 1–5,5 kg, bergantung pada bahan dasar, area penggunaan, dan tebal lapisan.
Waterproofing membran lembaran
Jenis ini mencakup membran bitumen berlapis yang secara tradisional menggunakan dasar kertas khusus, serta produk berbasis serat kaca, poliester, dan material lain. Produk dipasang pada berbagai substrat untuk melindungi atap dan fondasi, dan sering digunakan bersama komponen sistem tambahan.
Membran bitumen berlapis dapat dijadikan contoh. Massa dan massa jenisnya bergantung pada grade, bahan penguat, dan ketebalan produk.
Waterproofing film dan membran
Produk ini digunakan dalam sistem atap dan bangunan seperti sauna, berupa membran satu atau beberapa lapis dengan lapisan tambahan. Pada sumber, material penghalang uap-air reflektif dengan massa permukaan 92–132 g/m² dikategorikan kedap air.
Membran tertentu memiliki pori yang meloloskan uap sehingga membantu menjaga kondisi kelembapan normal di dalam konstruksi. Kemampuan tersebut dapat menurun seiring waktu. Untuk sistem atap di bawah lembaran bitumen bergelombang, genteng metal, atau penutup lain, membran harus dipilih berdasarkan desain dan rekomendasi produsen, bukan hanya massa per satuan luas.
Waterproofing terpasang
Kelompok ini mencakup geosynthetic clay liner bentonit, yaitu lapisan komposit tiga bagian yang terdiri atas lembar pelindung dan geotekstil dengan butiran lempung bentonit di antaranya. Berat material yang dicantumkan dalam uraian sumber berkisar 3–5,5 kg/m². Produk digunakan pada bidang kontak antara beton atau bahan lain dan tanah.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa berat waterproofing per m²?
Beratnya bergantung pada bahan dan tebal lapisan. Tabel memberikan perkiraan: lapisan bitumen sekitar 1.000–3.000 g/m² per lapis, lembaran film 92–132 g/m², dan geosynthetic clay liner bentonit sekitar 4.000–6.000 g/m².
Mengapa tidak ada satu nilai berat jenis untuk semua waterproofing?
Waterproofing tersedia sebagai membran lembaran, pelapis cair, film, bahan semprot, injeksi, dan sistem terpasang. Bahan dasar, tebal, penguat, serta konsumsinya berbeda sehingga massa harus dihitung untuk sistem tertentu.
Data apa yang diperlukan untuk perhitungan yang akurat?
Gunakan lembar data produk yang mencantumkan massa per m², ketebalan, jumlah lapisan, konsumsi bahan pelapis, dan kondisi aplikasi. Nilai tabel hanya sesuai untuk perkiraan awal.