ID

Faience atau porselen: mana yang lebih baik untuk rumah?

Apakah porselen selalu lebih awet dan lebih mahal daripada faience? Tidak ada jawaban mutlak karena pilihan bergantung pada fungsi produk, mutu pembakaran, kualitas glasir, dan kondisi pemakaian. Berikut perbedaan, kelebihan, dan keterbatasan kedua jenis keramik tersebut.

Penggunaan porselen dan faience

Porselen dan faience merupakan kelompok keramik yang digunakan untuk membuat:

  • peralatan dapur, perangkat teh, dan peralatan makan;
  • saniter, seperti kloset, bak cuci, dan wastafel;
  • benda seni dan dekorasi, seperti suvenir, figur, dan vas;
  • komponen teknik elektro dan radio;
  • isolator listrik.

Bidang penggunaannya mirip, tetapi persyaratan produk dapat membuat salah satu bahan lebih tepat. Perbedaan utamanya terletak pada kepadatan, porositas, penyerapan air, kekuatan, proses produksi, dan harga.

Perbedaan porselen dan faience

Porselen umumnya lebih padat, lebih kuat, dan lebih tahan terhadap kelembapan, bahan kimia, serta perubahan suhu. Porselen bermutu memiliki penyerapan air dan porositas terbuka yang rendah sehingga banyak dipilih untuk peralatan makan, benda dekoratif, saniter, dan isolator. Material ini juga dikenal dari dindingnya yang dapat dibuat tipis, bunyi nyaring ketika diketuk, dan tampilan halus. Kekurangan utamanya ialah harga yang cenderung lebih tinggi.

Faience dapat terlihat sangat mirip dengan porselen sehingga keduanya mudah tertukar. Nama bahan saja tidak cukup; periksa fungsi produk, mutu glasir, porositas, reputasi produsen, dan petunjuk perawatan.

Badan faience biasanya lebih berpori dan menyerap lebih banyak air, sehingga permukaannya diberi glasir. Glasir utuh mengurangi penyerapan, melindungi dari noda, dan memudahkan pembersihan. Bila retak atau gompal, badan berpori dapat menyerap kelembapan, bau, dan zat warna.

Mana yang sebaiknya dipilih?

Untuk peralatan makan yang sering dipakai dan dicuci, porselen biasanya lebih praktis karena padat, higienis, dan tahan lama secara visual. Benda dekoratif dapat dibuat dari keduanya; desain, mutu lapisan, dan kerapian produksi lebih menentukan.

Pada saniter, mutu produk sama pentingnya dengan jenis bahan. Saniter faience dari produsen tepercaya dapat bertahan lama jika glasirnya rata, rapat, dan tanpa cacat. Porselen saniter umumnya lebih mahal, tetapi lebih tahan terhadap air dan kotoran.

Jangan menggunakan peralatan faience yang retak atau gompal untuk makanan. Kerusakan menampung air dan kotoran serta membuat permukaan sulit dibersihkan.

Porselen tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Jika prioritasnya umur panjang, penyerapan air rendah, dan perawatan mudah, porselen lebih menarik. Jika anggaran terbatas dan produk tidak digunakan dalam kondisi berat, faience bermutu dapat menjadi pilihan rasional.

Untuk memeriksa produk sebelum membeli, baca panduan cara membedakan porselen dan faience.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mana yang lebih kuat, faience atau porselen?

Secara umum, porselen lebih padat, kurang berpori, dan lebih tahan terhadap air serta noda. Namun, umur pakai produk juga ditentukan mutu pembakaran, glasir, ketebalan dinding, dan cara penggunaannya.

Untuk peralatan makan, lebih baik porselen atau faience?

Porselen biasanya lebih praktis untuk pemakaian rutin karena padat, higienis, dan lama mempertahankan tampilannya. Faience bermutu juga dapat digunakan jika glasirnya utuh, mudah dibersihkan, dan tidak menerima beban berat.

Apakah peralatan faience yang retak atau gompal masih boleh dipakai?

Sebaiknya tidak digunakan untuk makanan. Glasir yang rusak membuka badan keramik berpori sehingga air, kotoran, bau, dan zat warna dapat meresap.