Massa jenis bata menurut jenisnya
Bata merupakan salah satu bahan bangunan yang paling luas digunakan. Material ini adalah batu buatan yang dibuat dari bahan baku mineral, seperti tanah liat bakar, campuran silikat berbasis pasir dan kapur, atau komposisi tahan api khusus.
Bata banyak dipakai karena memiliki sejumlah sifat utama:
- kuat;
- tahan terhadap kelembapan;
- tahan terhadap siklus beku-cair;
- awet;
- mudah diperoleh dan teknik pemasangannya sudah dikenal luas;
- bobot satuannya masih praktis untuk sebagian besar pekerjaan konstruksi.
Berat menurut jenis bata
Berat bata dipengaruhi oleh bahan baku, massa jenis, ukuran, dan keberadaan rongga. Pada dimensi yang sama, bata pejal selalu lebih berat daripada bata berlubang karena sebagian volume bata berlubang diisi udara.
| Jenis bata | Massa jenis (t/m³) | Berat 1 m³ (kg) |
| Bata merah keramik | 1,6–1,9 | 1.600–1.900 |
| Bata chamotte dan bata tahan api | Sekitar 1,85 | Sekitar 1.850 |
| Bata kapur-pasir (silikat) | 1,8–2,0 | 1.800–2.000 |
| Bata ringan berpori | Sekitar 0,8–1,2 | Sekitar 800–1.200 |
Bata merah keramik tersedia dalam tipe pejal, berlubang, dan bata muka. Bata pejal ukuran tunggal umumnya berbobot sekitar 3,3–3,6 kg, tipe berlubang sekitar 2,3–2,5 kg, sedangkan bata muka dapat lebih ringan karena lebih tipis atau memiliki rongga.
Bata chamotte dan bata tahan api biasanya lebih berat daripada bata keramik biasa. Material ini dirancang untuk bekerja pada suhu tinggi dan memiliki massa jenis lebih besar. Penggunaannya antara lain pada tungku, perapian, ruang bakar, dan konstruksi lain yang memerlukan ketahanan api.
Bata kapur-pasir dibuat dari campuran pasir dan kapur. Massa jenis serta massanya umumnya tinggi. Berat satu bata kapur-pasir pejal ukuran tunggal dapat mencapai sekitar 4–4,3 kg, tetapi nilai tepatnya bergantung pada format dan persentase rongga.
Dalam perhitungan konstruksi, istilah bata putih biasanya merujuk pada bata kapur-pasir. Massanya bergantung pada fungsi dan konstruksinya—bata biasa, bata muka, pejal, atau berlubang. Tipe pejal biasa lebih berat, sedangkan tipe berlubang dan bata muka dapat jauh lebih ringan.
Jika yang dihitung adalah pasangan bata, bukan bata lepas, massa mortar dan ketebalan siar juga harus diperhitungkan. Karena itu, berat 1 m³ pasangan bata biasanya berbeda dari berat acuan 1 m³ material batanya saja.
Tabel berat satu buah bata
Tabel berikut berisi perkiraan berat satu buah bata untuk perhitungan cepat. Untuk pembelian, pekerjaan pasangan, dan perencanaan logistik, gunakan data produk dari produsen yang bersangkutan.
| Jenis bata | Perkiraan berat per buah, kg | Keterangan |
| Bata keramik pejal ukuran tunggal | 3,3–3,6 | Bergantung pada massa jenis bahan baku dan kadar air |
| Bata keramik berlubang ukuran tunggal | 2,3–2,5 | Rongga mengurangi massa produk |
| Bata kapur-pasir pejal ukuran tunggal | 4,0–4,3 | Umumnya lebih berat daripada bata keramik |
| Bata muka atau bata berlubang | 1,4–3,2 | Rentangnya bergantung pada format dan persentase rongga |
Massa jenis curah dan massa jenis bata
Massa jenis curah bata ditentukan oleh struktur materialnya. Nilai bata pejal lebih tinggi, sedangkan bata berlubang dan berpori lebih rendah. Massa jenis curah rata-rata bata pejal dapat berada di sekitar 1.800 kg/m³, sementara produk berpori dan berlubang jauh lebih ringan.
Dalam menghitung pasangan bata, selain massa bata perlu diperhitungkan pula mortar, kadar air material, pola pasangan, dan jumlah siar. Untuk perhitungan konstruksi yang akurat, gunakan data produsen bata tertentu dan ketentuan desain yang berlaku.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa berat 1 m³ bata?
Berat 1 m³ bergantung pada jenisnya: bata merah keramik umumnya 1.600–1.900 kg/m³, bata kapur-pasir 1.800–2.000 kg/m³, sedangkan bata ringan berpori sekitar 800–1.200 kg/m³.
Berapa berat satu buah bata?
Bata keramik pejal ukuran tunggal umumnya berbobot sekitar 3,3–3,6 kg, sedangkan tipe berlubang sekitar 2,3–2,5 kg. Bata kapur-pasir pejal dapat berbobot sekitar 4–4,3 kg.
Mengapa bata berlubang lebih ringan daripada bata pejal?
Sebagian volume bata berlubang berupa rongga udara. Karena itu, pada ukuran yang sama, massa produk dan massa jenis curahnya lebih rendah.