ID

Massa jenis batu basal, sifat, dan tabel berat per m³

Basal adalah batuan beku vulkanik yang terutama tersusun atas plagioklas basa, piroksen, mineral bijih seperti magnetit dan titanomagnetit, serta kadang olivin, nefelin, atau leusit. Nama batuan terkait yang dibedakan menurut tekstur dan sejarah geologinya antara lain:

  • dolerit, yang dapat berbutir halus, sedang, atau kasar;
  • anamesit, istilah lama untuk tekstur sangat halus hingga sedang;
  • porfirit diabas, batuan dengan perubahan sekunder akibat proses hidrotermal.

Basal paling sering digunakan dalam bentuk alami. Batuan tertentu juga dapat dilelehkan dan dicor. Basal cor memiliki struktur halus, ketahanan aus, ketahanan kimia dan panas, serta sifat isolasi listrik yang baik untuk aplikasi industri tertentu.

Tabel massa jenis basal

Basal merupakan batuan heterogen sehingga massa jenis tepat ditentukan melalui pengujian sampel. Basal alami umumnya berada sekitar 2,7-3,2 g/cm³, sedangkan kaca basal sekitar 2,7-2,85 g/cm³.

Massa jenis dan berat 1 m³ basal
JenisMassa jenis (g/cm³)Berat 1 m³ (kg)
Basal alami2,7-3,22.700-3.200
Kaca basal2,7-2,852.700-2.850
Sampel basal basah pada sumber tabel2,52.500
Diabas3,03.000
Basal cor2,9-3,12.900-3.100

Angka “basal basah” 2,5 g/cm³ tidak menunjukkan bahwa pembasahan selalu menurunkan massa jenis batu yang sama. Nilai tersebut kemungkinan mewakili sampel atau struktur berbeda; gunakan hasil uji material aktual.

Sifat basal

Basal dapat bertekstur porfiritik atau afanitik, dari massa kaca hingga kristal sangat halus. Struktur umumnya masif, tetapi dapat berpori, vesikular, atau menyerupai terak akibat gelembung gas. Matriksnya dapat mengandung kaca vulkanik, magnetit, serta kristal mikro piroksen, olivin, plagioklas, dan kadang hornblende.

Kekar kolom berbentuk prisma merupakan ciri khas sejumlah aliran basal. Kolom dapat mencapai panjang puluhan meter dan tumbuh kira-kira tegak lurus terhadap permukaan pendinginan. Bagian atas aliran lava biasanya lebih berpori karena pelepasan gas vulkanik.

Karakter rujukan basal meliputi:

  • porositas rendah pada jenis padat, tetapi lebih tinggi pada basal vesikular dan lapuk;
  • penyerapan air yang mengikuti porositas dan rekahan; batu padat menyerap sedikit, sedangkan jenis berpori dan agregat dapat lebih tinggi;
  • kuat tekan yang dilaporkan sumber sekitar 2.640-3.200 kg/cm² untuk basal kering, 2.500 kg/cm² untuk basal basah, 1.800-2.700 kg/cm² untuk diabas, dan 3.000-9.158 kg/cm² untuk basal cor.

Rentang kuat tekan yang sangat lebar harus diperlakukan sebagai data referensi historis. Desain struktur atau pelapis industri memerlukan hasil uji sesuai standar pada batu atau produk yang dipakai.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa berat 1 m³ basal?

Basal alami dalam tabel memiliki massa jenis sekitar 2.700-3.200 kg/m³. Nilai aktual mengikuti sumber batu, komposisi mineral, porositas, rekahan, dan pelapukan.

Mengapa massa jenis basal berbeda-beda?

Komposisi mineral, jumlah rongga, rekahan, dan tingkat pelapukan memengaruhi nilainya. Basal padat lebih berat daripada jenis vesikular atau lapuk.

Apa beda basal alami dan basal cor?

Basal alami dipakai sebagai batu dan agregat, sedangkan basal cor dibuat dengan melelehkan lalu membentuk batuan untuk menghasilkan produk tahan aus dan tahan kimia.