Massa Jenis Batu Kapur dan Karakteristik Fisiknya
Batu kapur adalah batuan karbonat yang terutama tersusun dari kalsit dan sejumlah pengotor. Kandungan pengotor sering berada di bawah 5% dan dapat berupa dolomit, pasir, lempung, serta material organogenik. Sejak dahulu, batu kapur digunakan untuk patung, ornamen, bangunan, dan benteng.
Batu kapur terbentuk melalui beragam proses. Berdasarkan asalnya, batuan ini dapat dibagi menjadi kelompok organogenik atau biogenik, kimiawi, dan klastik. Kelompok organogenik mencakup antara lain kapur tulis dan batu kapur cangkang.
Karakteristik fisik dan kimia batu kapur
Keragaman jenis batu kapur membuat sifat fisik dan kimianya memiliki rentang lebar. Tabel berikut memuat nilai referensi utamanya.
| Parameter | Nilai | Satuan |
| Massa jenis batu kapur | 2,6–2,8 | g/cm³ |
| Densitas curah batu kapur | 1,65–2,75 | g/cm³ |
| Porositas | 0,3–32 | % |
| Faktor kekerasan | 110–180 | |
| Koefisien konduktivitas termal | 0,25–2,8 | kcal/(m·h·°C) |
| Kuat tekan | 10–3000 | kg/cm² |
| Koefisien pelunakan | 0,4–1 | |
| Indeks ketahanan perubahan suhu | 0,2–1 |
Perbedaan yang lebar disebabkan struktur batuan. Densitas curah terendah sekitar 1,65 g/cm³ dapat dijumpai pada batu kapur oolitik. Batu kapur mikrokristalin yang rapat berbeda jauh dari batu kapur cangkang dengan porositas hingga 32%. Kuat tekan keringnya dapat berkisar 10–60 kg/cm² pada batu kapur cangkang dan 2500–3000 kg/cm² pada jenis mikrokristalin; banyak jenis berada sekitar 250–600 kg/cm².
Batu kapur dipakai untuk produksi kaca, kertas, gula, metalurgi, dan industri kimia. Dalam konstruksi, material ini digunakan sebagai batu potong, blok besar, agregat beton, bahan pengisi atau pigmen mineral, serta bahan baku kapur dan semen.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa massa jenis batu kapur?
Massa jenis bahan padat batu kapur umumnya sekitar 2,6–2,8 g/cm³. Densitas curah batu dapat lebih rendah dan sangat dipengaruhi porositas, jenis batuan, serta lokasi tambang.
Mengapa densitas curah berbeda dari massa jenis mineralnya?
Massa jenis mineral mengacu pada bahan padat, sedangkan densitas curah batu memperhitungkan pori, retakan, dan struktur. Batu kapur cangkang yang berpori lebih ringan daripada batu kapur mikrokristalin yang rapat.
Untuk apa batu kapur digunakan?
Batu kapur digunakan dalam konstruksi, agregat, kapur, semen, kaca, kertas, pemurnian gula, metalurgi, serta industri kimia.