Densitas Kokas, Karakteristik, dan Penggunaannya
Kokas adalah bahan bakar padat sekaligus material proses. Kokas dibuat dengan memanaskan batubara kokas hingga bersinter pada suhu tinggi tanpa udara di dalam oven kokas. Sebagian besar zat terbang keluar, sedangkan massa karbon yang tersisa menjadi kuat dan berpori.
Tabel densitas kokas
Massa kokas dapat dinyatakan sebagai densitas material, densitas tampak bongkah, atau densitas curah tumpukan; ketiganya tidak boleh dipertukarkan tanpa konteks. Kokas bersifat tidak homogen dan dipengaruhi jenis batubara, proses karbonisasi, kadar air, abu, serta fraksi. Sumber artikel memberi rentang referensi 0,6–1,4 g/cm³ untuk karakter material, sedangkan densitas curah tumpukan dibahas terpisah di bawah.
| Material | Massa 1 m³, kg | Densitas, g/cm³ |
| Kokas | 600–1400 | 0,6–1,4 |
Karakteristik kokas
Kokas terdiri dari bagian karbon organik, abu, air, sulfur, dan komponen lain. Parameter mutunya meliputi:
- Kadar air. Nilai yang sering dijadikan acuan berada sekitar 3–5%.
- Kadar abu. Angka sekitar 7–11% dianggap baik pada sejumlah penggunaan dan bergantung pada batubara asal.
- Kadar sulfur. Sulfur tinggi dapat menurunkan mutu kokas dan mengganggu proses metalurgi; nilai acuan yang sering disebut sekitar 0,5–0,6%.
- Zat terbang. Parameter ini menunjukkan tingkat pematangan kokas. Nilai terlalu rendah dapat menandakan pemanasan berlebihan; kisaran yang sering dijumpai sekitar 1–1,5%.
Kekuatan terhadap kerusakan mekanis sangat penting dan dipengaruhi ukuran bongkah. Kokas metalurgi umumnya memerlukan bongkah besar yang cukup kuat dengan fraksi halus yang dibatasi.
Karakteristik tambahan yang dicantumkan sumber:
- densitas curah kokas sekitar 450–500 kg/m³;
- porositas sekitar 40–55%;
- suhu penyalaan sekitar 700 °C;
- nilai kalor sekitar 7000–7500 kcal/kg.
Penggunaan kokas
Penggunaan utama kokas adalah pada tanur tinggi, tempat material berfungsi sebagai bahan bakar, reduktor, dan penyangga mekanis burden. Penggunaan lain meliputi:
- peleburan besi cor dalam kupola;
- peleburan material tertentu dalam metalurgi nonferrous;
- gasifier dan produksi uap;
- kokas halus untuk pemanasan dan kebutuhan tertentu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa berat 1 m³ kokas?
Nilainya bergantung pada jenis, ukuran fraksi, kadar air, abu, dan pemadatan. Untuk menghitung volume tumpukan, gunakan densitas curah batch yang akan dipakai.
Mengapa densitas kokas tidak seragam?
Kokas dibuat dari batubara dan kondisi karbonisasi yang berbeda. Ukuran bongkah, porositas, kadar air, serta abu mengubah massa per satuan volume.
Untuk apa kokas digunakan?
Kokas berfungsi sebagai bahan bakar, reduktor, dan bahan karbon proses dalam metalurgi serta sejumlah proses industri.