ID

Berat kaca per m² menurut ketebalan lembaran

Temuan arkeologi menunjukkan bahwa manusia telah membuat kaca dan material menyerupai kaca selama ribuan tahun. Mesir dan Mesopotamia termasuk pusat awal pembuatan perhiasan kaca serta benda berglasir. Kini industri menghasilkan banyak jenis kaca untuk bangunan, kendaraan, instrumen, dan dekorasi.

Komposisi dan sifat kaca

Kaca adalah material anorganik amorf. Banyak variasinya memiliki komposisi dan sifat fisika-kimia berbeda.

Bahan pembentuk kaca dilelehkan dari:

  • oksida, misalnya pada kaca kuarsa, germanat, dan kaca silikat atau soda-kapur yang umum;
  • fluorida untuk kaca khusus tertentu.

Komposisi disesuaikan untuk menghasilkan karakter yang dibutuhkan, antara lain:

  • kekerasan, yang pada banyak kaca silikat sekitar 5-6 Mohs; kaca kuarsa umumnya lebih keras dan kaca timbal lebih lunak;
  • konduktivitas termal sekitar 0,7-13,4 W/(m·K), dengan rentang luas menurut komposisi;
  • ketahanan suhu tinggi;
  • konduktivitas listrik;
  • massa jenis: kaca kuarsa sekitar 2.200 kg/m³, soda-kapur sekitar 2.500-2.600 kg/m³, sedangkan kaca timbal dan kaca berat khusus dapat jauh lebih padat;
  • transparansi;
  • ketangguhan impak dan kuat lentur yang dipengaruhi komposisi, ketebalan, kondisi tepi, tempering, dan cacat;
  • reflektansi dan sifat optik lain.

Pemilihan harus mengikuti karakter yang diperlukan pada aplikasi, bukan sekadar ketebalan atau tampilan.

Berat kaca

Kaca soda-kapur biasa paling banyak digunakan untuk jendela dan kebutuhan bangunan. Beratnya perlu dihitung untuk:

  • cermin dinding atau plafon, partisi kaca, shower enclosure, dan jendela;
  • pemilihan fitting dan pengikat serta perhitungan beban struktur;
  • pengangkutan dan penanganan.

Massa M dalam kilogram dapat diperkirakan dengan rumus:

M = S × t × 2,5

dengan S sebagai luas dalam m², t sebagai tebal dalam mm, dan 2,5 sebagai berat rata-rata satu meter persegi kaca soda-kapur setebal 1 mm.

Tabel berat 1 m² kaca menurut ketebalan

Tebal kaca (mm) Berat 1 m² (kg)
3 7,5
4 10
5 12,5
6 15
8 20
10 25
12 30
15 37,5
19 47,5

Sebagai contoh, panel unit kaca berinsulasi satu rongga berukuran 650 × 1.400 mm memiliki luas 0,91 m². Satu lembar kaca 4 mm berbobot 9,1 kg dan dua lembar 18,2 kg, belum termasuk spacer, sealant, serta frame.

Pada unit dua rongga berukuran 800 × 1.450 mm, luasnya 1,16 m². Jika digunakan satu kaca 6 mm dan dua kaca 4 mm, kaca 6 mm berbobot 17,4 kg dan dua kaca 4 mm bersama-sama 23,2 kg. Angka 18,2 kg pada sumber asli merupakan kesalahan aritmetika karena memakai luas contoh sebelumnya; nilai di sini telah dikoreksi.

Shower enclosure 90 × 90 cm dengan tinggi panel 2 m dapat memiliki luas kaca total sekitar 3,6 m². Kaca 8 mm berbobot 20 kg/m² sehingga massa panel mendekati 72 kg.

Akuarium besar memerlukan kaca lebih tebal. Untuk ukuran 1.300 × 600 × 600 mm, contoh sumber menggunakan 2,28 m² kaca 10 mm dan 0,78 m² kaca 15 mm. Kaca 10 mm berbobot sekitar 57 kg dan bagian dasar 15 mm sekitar 29 kg. Ketebalan akuarium harus ditentukan melalui desain yang memperhitungkan tekanan air, penyangga, sambungan, faktor keamanan, dan mutu kaca.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa berat 1 m² kaca?

Untuk kaca soda-kapur biasa, setiap 1 mm ketebalan berbobot sekitar 2,5 kg/m². Kaca 4 mm, misalnya, berbobot sekitar 10 kg/m².

Bagaimana menghitung berat lembaran kaca?

Kalikan luas dalam m² dengan tebal dalam mm dan koefisien 2,5 untuk kaca biasa. Kaca khusus harus dihitung menggunakan densitas dari produsennya.

Mengapa berbagai jenis kaca memiliki densitas berbeda?

Komposisinya berbeda. Kaca kuarsa, soda-kapur, timbal, dan kaca khusus menggunakan oksida serta aditif berbeda sehingga massanya pada ketebalan sama tidak selalu identik.