Massa jenis batu kapur cangkang dan komposisinya
Batu kapur cangkang, atau coquina, adalah batuan sedimen jenis batu kapur yang terbentuk dari sisa organisme laut, terutama cangkang dan pecahannya. Komponen utamanya adalah kalsium karbonat.
Endapan utamanya berada di wilayah laut purba. Ketika air surut, sisa organisme yang terakumulasi selama jutaan tahun di dasar laut menjadi terbuka. Proses alam kemudian memadatkan rangka tersebut hingga menjadi batu.
Karakteristik batu kapur cangkang
Batuan ini terutama terdiri atas kalsium karbonat. Komposisi kimia berbagai endapan relatif mirip, tetapi massa jenis, porositas, dan pengotornya dapat berbeda nyata.
Tabel berat, massa jenis, dan komposisi kimia
| Varietas menurut warna | Komposisi kimia (%) | Massa jenis (g/cm³) | Massa per m³ (kg/m³) | ||
|---|---|---|---|---|---|
| CaCO3 | MgCO3 | Residu tak larut | |||
| Kuning dan abu-abu kekuningan | 90–95 | 3–8 | 2 | 0,8–2,3 | 800–2.300 |
| Abu-abu kekuningan bersemu hijau, sedikit berlempung kapur | 84–85 | 5–6 | 10 | 0,8–2,3 | 800–2.300 |
| Abu-abu kekuningan, sedikit berpasir | 85–90 | 3–5 | 5–6 | 0,8–2,3 | 800–2.300 |
Popularitasnya sebagai bahan bangunan berasal dari struktur alami, kemampuan insulasi termal, dan ketersediaannya. Berdasarkan porositas, sumber membedakan tiga kelas:
- M15—sangat berpori dan berkekuatan rendah, berwarna kuning muda. Kandungan pasir yang tinggi meningkatkan konduktivitas termal. Bloknya ringan dan rapuh, sehingga digunakan untuk garasi, gudang, bangunan mandi, serta pagar satu lantai.
- M25—lebih kuat dan kurang berpori. Ini salah satu kelas paling umum dalam praktik konstruksi, berwarna kuning muda. Kekuatannya dapat dibandingkan dengan material bangunan rendah, tetapi perbandingan dengan bata, beton aerasi, atau beton busa harus didasarkan pada grade serta metode pengujian.
- M35—kelas paling padat. Porositas rendah menghasilkan massa jenis dan kekuatan lebih tinggi. Batu kuning-putih ini memiliki struktur padat serta penyerapan air relatif rendah dan dapat digunakan untuk pelapis luar jika dilindungi dari air. Material juga dapat dipakai pada bangunan rendah, fondasi, dan ruang bawah tanah bila desain mengizinkan. Varietas padat dapat mendekati beton ringan atau normal.
Penambangan dan penggunaan
Batu kapur cangkang tersedia di alam hampir dalam bentuk siap pakai. Lapisan geologi dipotong dengan mesin khusus menjadi blok berukuran tertentu. Tampilan dapat berbeda bahkan dalam satu endapan. Batu mudah digergaji dan dikerjakan, lalu permukaannya dibiarkan hasil gergajian, diasah, atau dibuat agak kasar menurut fungsi.
Keunggulannya meliputi:
- bobot relatif rendah;
- harga terjangkau;
- tekstur khas;
- mudah dikerjakan dan dipasang;
- daya lekat baik karena berpori;
- konduktivitas termal rendah;
- isolasi suara dan ketahanan beku-cair yang baik bila pemasangan, perlindungan lembap, dan operasinya benar;
- kompatibel dengan mortar serta finishing bangunan yang umum.
Material ini digunakan pada bangunan rendah, finishing interior dan eksterior, serta lanskap rumah seperti pagar, dinding penahan, gua dekoratif, dan air mancur. Ubin yang dipoles dan diberi bahan hidrofobik digunakan sebagai pelapis dekoratif.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa yang menentukan massa jenis batu kapur cangkang?
Massa jenis dipengaruhi porositas, kelas batu, lokasi endapan, dan kadar air. Batu yang lebih berpori biasanya lebih ringan tetapi juga kurang kuat.
Apakah massa jenis rata-rata cukup untuk konstruksi?
Nilai rata-rata hanya sesuai untuk perkiraan awal. Struktur pemikul memerlukan kelas blok, massa jenis aktual, dan persyaratan desain.
Mengapa warna batu kapur cangkang memengaruhi beratnya?
Warna berkaitan dengan pengotor dan karakter batuan. Bersama porositas serta komposisi, faktor tersebut memengaruhi massa jenis dan massa batu.