Massa jenis gipsum dan berat batu gipsum per m³
| Jenis material | Berat 1 m³ (kg/m³) |
| Batu gipsum | 2.200–2.400 |
| Gipsum | 2.320 |
Di alam, gipsum dijumpai sebagai batuan putih atau berwarna terang. Batuan ini terbentuk dari mineral bernama sama yang tersusun atas kalsium sulfat dan air kristal. Karena mengandung air di dalam struktur kristalnya, gipsum alami disebut kalsium sulfat dihidrat. Selain air terikat, kelembapan bebas dapat berada di permukaan dan pori; jumlahnya berubah menurut kondisi penyimpanan serta lingkungan.
Gipsum juga dapat mengandung pengotor seperti kuarsa, karbonat, batu kapur, dolomit, sulfur, lempung, dan bahan bituminus. Pengotor tersebut dapat memberikan berbagai rona pada bahan. Kadarnya dalam gipsum alami berbeda menurut endapan asal.
Referensi lama menyebut kelembapan bebas pada permukaan dan pori gipsum alami dapat mencapai sekitar 10–15%, sedangkan pengotor terkadang berada pada rentang 1–25%. Nilai tersebut bergantung pada lokasi endapan, penyimpanan, dan penyiapan bahan baku.
Gipsum memiliki struktur lunak dan cukup liat. Bentuk yang umum dibedakan adalah:
- gipsum dalam kristal besar;
- gipsum berserat halus atau selenit;
- gipsum berbutir.
Alabaster merupakan salah satu varietas gipsum berbutir yang paling dikenal. Material ini digunakan untuk cetakan, finishing, dan elemen dekoratif. Bahannya mudah dibentuk dan cepat mengeras sehingga praktis untuk produk konstruksi serta interior berukuran kecil.
Karakteristik gipsum
Pembuatan gipsum bangunan melibatkan pemanasan batu gipsum. Saat dikalsinasi, material kehilangan sebagian air, menjadi lebih rapuh, lalu mudah digiling. Serbuk kemudian dicampur air hingga menjadi massa plastis homogen yang cepat mengikat.
Penggunaan gipsum dalam konstruksi memiliki sejumlah kelebihan:
- waktu ikat singkat;
- elemen dekoratif dapat diberi beragam warna;
- massa jenis rendah dan struktur relatif ringan;
- tidak terlalu peka terhadap suhu tinggi;
- kemampuan isolasi suara yang baik;
- tidak beracun dalam penggunaan biasa;
- mampu menahan perpindahan panas.
Gipsum sering digunakan sebagai bahan konstruksi. Material ini dapat menjadi bahan dasar partisi, plester kering, papan, serta produk lain, dan juga sebagai komponen tambahan dalam campuran.
Kekurangannya meliputi:
- ketahanan rendah terhadap kelembapan terus-menerus;
- kekuatan mekanis relatif rendah;
- waktu kerja adukan yang singkat.
Pada area luas, waktu ikat yang cepat dapat menyulitkan aplikasi dan perataan.
Massa jenis dan berat isi gipsum
Pembuatan bahan gipsum menggunakan batu gipsum dengan distribusi ukuran tertentu. Bongkah besar biasanya dihancurkan dan digiling agar sesuai untuk pengolahan.
Batu gipsum dapat masuk ke proses produksi sebagai bongkah sekitar 50–300 mm, sedangkan fraksi lebih kecil sekitar 5–50 mm juga digunakan. Persyaratan tepat bergantung pada teknologi pabrik dan produk akhir.
Berat isi perlu diperhitungkan untuk menentukan massa partai, kebutuhan transportasi, dan konsumsi. Nilai acuan massa jenis gipsum sekitar 2.320 kg/m³, sedangkan batu gipsum sekitar 2.200–2.400 kg/m³. Nilai aktual dipengaruhi oleh porositas, kadar air, pengotor, dan tingkat penggilingan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa berat 1 m³ gipsum?
Perhitungan acuan sering menggunakan sekitar 2.320 kg/m³ untuk gipsum. Batu gipsum memiliki kisaran perkiraan sekitar 2.200–2.400 kg/m³.
Mengapa massa jenis gipsum dapat berbeda?
Massa jenis dipengaruhi oleh kadar air, porositas, pengotor, ukuran butir, dan tingkat penggilingan. Batu gipsum alami dan serbuk gipsum bangunan dapat memiliki nilai perhitungan berbeda.
Apa perbedaan batu gipsum dan gipsum bangunan?
Batu gipsum adalah bahan baku alami. Gipsum bangunan diperoleh melalui kalsinasi dan penggilingan sehingga sifatnya dipengaruhi oleh proses pengolahan serta mutu batu asal.