Kegunaan karet sintetis menurut jenisnya
Karet sintetis adalah kelompok elastomer buatan untuk menghasilkan kompon dan produk karet. Berbeda dari karet alam, sifatnya dapat dipilih untuk keausan, minyak, bahan bakar, ozon, suhu, permeabilitas gas, atau bahan kimia tertentu.
Tidak ada satu jenis universal. Ban, seal tahan minyak, membran atap, isolasi kabel, dan sarung tangan medis membutuhkan polimer serta aditif berbeda.
Sejarah
Kebutuhan muncul ketika permintaan produk karet melampaui pasokan lateks dan banyak negara bergantung pada impor. Bahan mirip karet telah dibuat pada akhir abad ke-19, tetapi produksi industri berkembang setelah teknologi butadiena, styrene-butadiene, dan elastomer lain tersedia.
Perbedaan dari karet alam
Karet alam unggul dalam elastisitas, kuat tarik, dan deformasi berulang. Jenis sintetis dirancang untuk memperkuat sifat tertentu seperti ketahanan minyak, bensin, penuaan, ozon, panas, dingin, atau kebocoran gas. Tidak satu pun selalu lebih baik; pilih menurut pekerjaan. Lihat kegunaan karet alam.
Karet serbaguna
Styrene-butadiene rubber (SBR) dan polybutadiene rubber (BR) digunakan pada ban, produk teknik, sol sepatu, sabuk, selang, serta pelapis. SBR tahan aus dan stabil dalam kompon ban. BR elastis, menghasilkan panas deformasi rendah, dan tahan abrasi sehingga digunakan pada ban serta produk tahan bentur.
Butyl rubber dan EPDM
Butyl rubber memiliki permeabilitas gas rendah dan digunakan pada lapisan dalam ban tubeless, ban dalam, diafragma, sealant, serta pelapis yang harus menahan udara.
EPDM tahan ozon, cuaca, dan air. Penggunaannya mencakup seal kendaraan, membran atap, profil pintu serta jendela, selang air, dan komponen luar. Material ini biasanya tidak dipilih untuk kontak terus-menerus dengan minyak bumi.
Karet khusus
NBR digunakan untuk oil seal, gasket, selang bahan bakar, sarung tangan, dan seal teknik. Kandungan akrilonitril lebih tinggi umumnya meningkatkan ketahanan minyak tetapi mengurangi kelenturan pada suhu dingin.
Chloroprene rubber atau neoprene digunakan pada sabuk, selubung kabel, pelapis pelindung, selang, dan lem yang memerlukan keseimbangan ketahanan cuaca, minyak, serta beban mekanis.
Elastomer untuk kondisi berat
Silicone rubber, fluoroelastomer, acrylic rubber, hydrogenated nitrile rubber, dan bahan khusus lain digunakan pada suhu tinggi, bahan kimia agresif, penuaan panjang, alat medis, dan seal kritis. Harganya lebih tinggi sehingga dipakai ketika karet umum tidak mampu memenuhi kebutuhan.
Produk yang menggunakan karet sintetis
Penggunaannya mencakup ban, konveyor, sabuk penggerak, selang, gasket, oil seal, seal, isolasi kabel, dudukan ant getaran, membran atap, sarung tangan, sol, lem, sealant, dan pelapis elastis.
Keunggulan utamanya ialah kemampuan memilih material untuk media dan beban tertentu. Evaluasi harus berdasarkan jenis elastomer, formulasi kompon, dan persyaratan teknis.
Pertanyaan yang sering diajukan
Karet sintetis digunakan untuk apa?
Karet sintetis digunakan pada ban, sabuk, selang, gasket, oil seal, isolasi kabel, membran atap, sarung tangan, lem, sealant, dan produk teknik. Jenisnya dipilih menurut beban dan media.
Jenis apa yang sesuai untuk minyak dan bahan bakar?
NBR sering digunakan untuk minyak dan bahan bakar, tetapi pemilihan akhir bergantung pada suhu, komposisi media, tekanan, dan persyaratan produk.
Mengapa EPDM tidak selalu sesuai untuk produk minyak bumi?
EPDM tahan ozon, air, dan cuaca, tetapi umumnya tidak dirancang untuk kontak terus-menerus dengan minyak serta bahan bakar. Kondisi tersebut lebih sering memakai NBR atau elastomer khusus.