ID

Berat lembaran akrilik PMMA per m² menurut ketebalan

Akrilik transparan dikenal sebagai PMMA, plexiglass, atau kaca akrilik dan telah digunakan selama puluhan tahun dalam bangunan serta produk rumah tangga. Material termoplastik ini berbeda dari kaca silikat. Lembaran dapat dibentuk dengan panas selama suhu dan prosedurnya mengikuti rekomendasi produsen.

Karakter yang membuat PMMA populer meliputi:

  • transmisi cahaya tinggi, sebanding dengan kaca bening pada grade tertentu;
  • pilihan lembaran buram atau difus untuk menyebarkan cahaya;
  • kekuatan lentur dan impak yang lebih baik daripada kaca silikat biasa pada banyak pengujian, meskipun hasilnya bergantung grade dan metode uji;
  • massa rendah, dengan densitas sekitar 1,19 g/cm³ atau 1.190 kg/m³;
  • tidak berbau tajam dalam penggunaan normal;
  • tahan terhadap perubahan suhu dalam batas grade;
  • mudah dipotong, dibor, dipoles, dan dibentuk;
  • grade tertentu meneruskan sebagian UV, sedangkan grade lain diberi pelindung UV;
  • ketahanan terhadap sejumlah bahan kimia dan pertumbuhan biologis, dengan kompatibilitas yang harus diperiksa untuk pelarut dan bahan pembersih;
  • sifat isolasi listrik yang baik;
  • dapat didaur ulang melalui jalur pengolahan PMMA yang tersedia.

Keterbatasannya ialah:

  • mudah terbakar dan akan melunak oleh panas;
  • permukaan relatif mudah tergores;
  • thermoforming yang tidak benar dapat meninggalkan tegangan dalam dan memicu retak rambut.

PMMA dapat digunakan di dalam ruangan bila memenuhi persyaratan produk dan bangunan. Material ini bukan bahan tidak terbakar, sehingga klasifikasi api serta metode pemasangannya harus diperiksa.

Akrilik tersedia dalam banyak warna dan tingkat difusi. Umur pakai mengikuti grade, ketebalan, stabilisasi UV, beban, dan lingkungan; gunakan garansi serta data produsen.

Massa jenis dan berat 1 m² akrilik menurut ketebalan
MaterialMassa jenis (kg/m³)Tebal (mm)Berat 1 m² (kg)
PMMA1.19033,6
44,77
55,95
67,14
89,52
1011,9
1214,29
2023,8

Dibanding plastik bening serupa, polikarbonat monolitik biasanya lebih tahan bentur, sedangkan PMMA unggul dalam kejernihan optik, kekakuan, dan kualitas permukaan.

Jenis lembaran akrilik

PMMA diproduksi dengan dua metode utama:

  • cor, dengan mempolimerisasi atau menuangkan bahan di antara pelat cetakan;
  • ekstrusi, dengan mendorong lelehan melalui die ekstruder.

Keduanya berbeda dalam pilihan ketebalan, format, dan toleransi. Akrilik cor biasanya kurang mudah memanjang, lebih mudah dipoles, dan sesuai untuk pengerjaan kompleks. Lembaran ekstrusi sering dipilih untuk produksi serial karena ketebalannya lebih konsisten. Stabilitas dimensi, mutu permukaan, dan kemudahan pemesinan tetap bergantung pada grade serta produsen.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa massa jenis akrilik PMMA?

Untuk perhitungan biasanya digunakan sekitar 1.190 kg/m³ atau 1,19 g/cm³. Nilai antargrade dapat sedikit berbeda.

Bagaimana menghitung berat lembaran akrilik?

Kalikan luas, ketebalan, dan massa jenis. Sebagai contoh, lembaran tebal 10 mm dengan densitas 1.190 kg/m³ berbobot sekitar 11,9 kg/m².

Apakah akrilik lebih ringan daripada kaca biasa?

Ya. Pada ketebalan sama, akrilik jauh lebih ringan daripada kaca silikat. Namun, pemilihan juga harus mempertimbangkan ketahanan bentur, gores, suhu, dan persyaratan kebakaran.