ID

Massa jenis bijih nikel menurut jenis mineralnya

Nikel relatif melimpah di alam dan kandungannya di kerak bumi diperkirakan sekitar 0,01% berdasarkan massa. Nikel asli sangat jarang; dalam meteorit besi kadarnya dapat mencapai sekitar 25%. Pada endapan bumi, unsur ini terutama terdapat dalam bentuk terikat di berbagai mineral.

Jenis bijih nikel

Endapan yang ditambang secara ekonomi secara umum dibagi menjadi:

  • bijih sulfida;
  • bijih laterit, yang pada klasifikasi lama sering disebut bijih silikat atau oksida.

Di Indonesia, istilah laterit lebih lazim. Profil laterit mencakup zona limonit yang kaya besi dan zona saprolit yang lebih kaya silikat magnesium; pilihan proses bergantung pada mineralogi dan kadar bijih. Tabel sumber berikut terutama membahas mineral bijih sulfida dan mineral besi penyertanya.

Pirotit

  • Komposisinya berubah-ubah dan dapat mengandung Ni, Co, Cu, Pb, Mo, serta As.
  • Nilai ekonominya terutama berkaitan dengan nikel, besi, dan sulfur.
  • Massa jenis pirotit sekitar 4,9-5,2 g/cm³.
  • Mineral rapuh berwarna perunggu keabu-abuan, berkilap logam, menghantarkan listrik, dan dapat memiliki sifat magnetik.

Magnetit sebagai mineral besi penyerta

Magnetit merupakan bijih besi. Dalam bijih nikel, mineral ini menjadi komponen penyerta yang memengaruhi densitas dan pengolahan.

  • Mineral kristalin hitam dengan kilap logam hingga semiresin.
  • Massa jenis sekitar 4,9-5,2 g/cm³.
  • Bersifat feromagnetik kuat, termasuk setelah dihancurkan menjadi pasir; mineralnya secara kimia relatif stabil, tetapi debunya tetap harus dikendalikan.
  • Merupakan sumber besi dengan kadar Fe teoritis hingga sekitar 72,4%, serta digunakan pada berbagai produk teknik.

Pentlandit

  • Mineral butiran halus berwarna kuning perunggu, berkilap logam, rapuh, dan lazim berasosiasi dengan pirotit.
  • Massa jenis sekitar 4,5-5,0 g/cm³.
  • Umumnya tidak menunjukkan sifat magnetik kuat.
  • Pentlandit merupakan mineral nikel utama dalam banyak bijih sulfida tembaga-nikel. Bijih tersebut juga dapat mengandung tembaga, kobalt, logam golongan platina, dan komponen bernilai lain.

Kalkopirit

  • Mineral kristalin halus berwarna kuning keemasan dengan kilap logam dan rona kehijauan; kemiripannya dengan emas membuatnya kerap disebut “emas palsu”.
  • Massa jenis sekitar 4,1-4,35 g/cm³.
  • Merupakan salah satu mineral bijih tembaga utama dan terdapat pada banyak tipe endapan.
  • Kalkopirit juga telah ditemukan sebagai inklusi pada batuan bulan dan beberapa batu permata.

Tabel massa jenis mineral pada bijih nikel

Mineral Massa jenis (g/cm³) Setara (kg/m³)
Pirotit 4,9-5,2 4.900-5.200
Magnetit, mineral besi penyerta 4,9-5,2 4.900-5.200
Pentlandit 4,5-5,0 4.500-5.000
Kalkopirit 4,1-4,35 4.100-4.350

Mineral seperti pirit, kubanit, dan kromit dapat menjadi penyerta atau sumber sekunder bila kadar nikel rendah, misalnya di bawah sekitar 4,5%. Bijih sulfida juga dapat mengandung emas, perak, telurium, dan selenium bersama nikel, tembaga, serta kobalt.

Endapan sulfida nikel banyak berkaitan dengan batuan beku dan wilayah kraton tua serta dapat berbentuk lapisan, urat, atau lensa. Ketebalannya bervariasi hingga puluhan meter; endapan Mount Keith di Australia Barat dilaporkan mencapai sekitar 300 m. Endapan laterit tropis seperti yang dominan di Indonesia terbentuk melalui pelapukan intensif dan memiliki geometri serta sifat yang berbeda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa berat 1 m³ bijih nikel?

Beratnya bergantung pada jenis mineral, kadar nikel, besi, tembaga, sulfur, gangue, porositas, dan kadar air. Untuk logistik gunakan densitas curah lot, bukan hanya massa jenis mineral murni.

Apa saja jenis bijih nikel?

Secara umum terdapat bijih sulfida dan bijih laterit yang kaya oksida atau silikat. Keduanya berbeda dalam mineralogi, kadar air, densitas, dan proses pengolahannya.

Mengapa bijih nikel sering mengandung logam lain?

Nikel berasosiasi dengan besi, tembaga, kobalt, sulfur, dan unsur lain dalam mineral serta endapan kompleks. Pengolahannya karena itu dapat menghasilkan beberapa produk samping bernilai.