Massa jenis aspal dan berat 1 m³
Campuran beraspal terdiri atas beberapa komponen yang membentuk perkerasan. Agregat kasar menciptakan kerangka pemikul beban; campuran untuk jalan berat dapat mengandung agregat kasar dalam proporsi tinggi, pada sumber disebut hingga sekitar 75%.
Campuran untuk trotoar atau lalu lintas ringan dapat memakai proporsi pasir lebih besar. Yang penting bukan asal pasir tertentu, melainkan kebersihan, gradasi, bentuk, dan kesesuaian agregat dengan spesifikasi campuran. Filler mineral, sering berbasis batu kapur, mengisi rongga dan berinteraksi dengan pengikat.
Bitumen umumnya merupakan sebagian kecil campuran—sumber menyebut sekitar 5–10%—tetapi menentukan kohesi, kelenturan, dan kemudahan pemadatan pada suhu produksi. Kadar terlalu tinggi dapat membuat perkerasan tidak stabil, terutama saat panas.
Berat aspal per meter kubik
Massa jenis bergantung pada jenis dan komposisi. Nilai referensi sumber ditampilkan berikut.
| Jenis | Satuan | Berat 1 m³ |
| Aspal alam | kg | 1.100 |
| Mastic asphalt | kg | 1.500 |
| Aspal padat | kg | 2.000 |
| Aspal beton | kg | 2.000–2.450 |
| Campuran bergradasi halus | kg | 2.330 |
| Reclaimed asphalt pavement (RAP), granul | kg | 1.600–1.800 |
| Remahan aspal | kg | 1.800–2.000 |
Karakteristik berbagai campuran beraspal
| Jenis | Komposisi | Kelebihan | Keterbatasan |
| Cold mix | Pengikat dan filler yang dirancang untuk aplikasi dingin. | Mudah digunakan tanpa pemanasan; formulasi tertentu dapat bekerja hingga −25 °C; elastis. | Kinerja dan klaim lingkungan bergantung pada formulasi; tidak selalu setara hot mix untuk beban berat. |
| Mastic asphalt | Kadar mortar bitumen dan filler tinggi. | Padat, tahan air, awet, dan dapat memberi permukaan halus. | Memerlukan peralatan serta kontrol suhu khusus. |
| Hot mix asphalt | Sumber menyebut sekitar 95% agregat dan batu, dengan pengikat bitumen. | Jenis perkerasan klasik yang paling luas digunakan. | Memerlukan produksi panas dan alat penghampar serta pemadat. |
| Aspal berwarna | Pengikat berwarna terang dan pigmen. | Membedakan zona, memberi fungsi visual, dan dapat mengurangi kebisingan sesuai desain. | Biaya dapat jauh lebih tinggi; sumber menyebut hingga lima kali aspal biasa. |
| Gradasi halus | Ukuran agregat maksimum sumber hingga 20 mm. | Permukaan relatif rapat dan stabil bila dirancang benar. | Lebih lazim untuk lapis atas; kekuatannya bergantung pada desain campuran. |
| Gradasi kasar | Agregat lebih besar dari 20 mm menurut klasifikasi sumber. | Kerangka agregat kaku. | Umumnya untuk lapisan bawah. |
| Rubberized asphalt | Mengandung karet sebagai bahan modifikasi. | Dapat meningkatkan ketahanan retak dan air serta memperpanjang interval perawatan. | Biaya awal dan kebutuhan proses lebih tinggi. |
Untuk estimasi campuran padat sering digunakan sekitar 2,2–2,5 t/m³, tetapi nilai aktual dipengaruhi komposisi, temperatur, dan pemadatan. Baca juga artikel tentang massa jenis beton dan massa jenis beton aerasi.
Pemanfaatan kembali aspal bongkaran
Perkerasan lama dapat digiling, diolah menjadi RAP, lalu dimasukkan kembali ke campuran baru menurut job mix formula. Berat material bongkaran dipengaruhi ukuran, kontaminasi, kelembapan, dan pemadatan. Untuk perhitungan logistik, gunakan hasil laboratorium atau data pemasok, bukan satu angka tetap.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa berat 1 m³ aspal?
Nilainya bergantung pada jenis. Tabel memberikan sekitar 1.100 kg untuk aspal alam, 1.500 kg untuk mastic asphalt, 2.000 kg untuk aspal padat, dan 2.000–2.450 kg untuk campuran aspal beton.
Mengapa massa jenis perkerasan aspal berbeda?
Komposisi agregat, pasir, filler, dan bitumen, tingkat pemadatan, gradasi, serta fungsi lapisan memengaruhi berat per meter kubik.
Bolehkah berat aspal dihitung dengan satu massa jenis rata-rata?
Angka rata-rata cukup untuk estimasi kasar. Pengadaan, pengangkutan, dan volume pekerjaan harus memakai data job mix formula, hasil uji, atau dokumen proyek.